
Berbatasan langsung dengan Jakarta tak membuat Bekasi begitu ‘terpengaruh’ kehidupan hedonis. Boleh jadi karena Bekasi berbatasandengan Jakarta Timur yang nota bene bukan tempat yang baik untuk bisnishiburan.
Berbatasan langsung dengan Jakarta tak membuat Bekasi begitu ‘terpengaruh’ kehidupan hedonis. Boleh jadi karena Bekasi berbatasandengan Jakarta Timur yang nota bene bukan tempat yang baik untuk bisnishiburan. Mengatakan sama sekali tidak ada, tentu tidak tepat juga. Buktinyaindustri hiburan ini dapat ditemui di kawasan sebelah timur, yang merupakankawasan industri yang lebih plural.Banyak pihak mengatakanbahwa usia bisnis esek-esek sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri.Artinya, begitu kehadiran manusia muncul di atas dunia, maka tamasya ragawi ituikut lahir. Tapi di sisi lain, beberapa pihak yang biasa disebut sebagai ahlijuga ada yang menyatakan bahwa dunia esek-esek itu sendiri baru ‘dikenal’sekitar tiga ribu tahun sebelum masehi. Mana yang tepat dari penelitian itu,hanya bukti-bukti terbaru dari para ahli yang akan menegaskannya. Yang pasti,saat ini dunia plesiran badani itu sudah merambah di tiap pojok dunia.
Lalu,bagaimana dengan asal-muasal industri itu bisa hadir di Indonesia? Kapan ‘awal’kemunculannya hingga bagaimana industri itu mampu merangsek memasukidaerah-daerah di Indonesia? Seiring perkembangan, jenisnya pun bermacam-macamyang dibungkus dalam konsep industri hiburan.
Selamaini memang jarang ada penelitian khusus tentang asal-usulnya. Tapi, seorangahli pernah meneliti lalu menyimpulkan hal ini: ‘Asal-usul pelacuran modern diIndonesia dapat ditelusuri kembali hingga ke masa kerajaan-kerajaan Jawa, dimana perdagangan perempuan pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistempemerintahan feodal’.
Ahlilain juga pernah mencatat, ada 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenalsebagai pemasok perempuan untuk kerajaan, dan sekarang daerah tersebut masihterkenal sebagai ‘sumber wanita pelacur’ untuk daerah kota. Tiga di antaradaerah dimaksud terdapat di Jawa Barat, empat di Jawa Tengah, dan empat di JawaTimur. Namun belakangan ada penambahan satu hingga tiga daerah lainnya di JawaBarat, Lampung dan Kalimantan Barat.
Merunuthipotesis para ahli tersebut, rasanya wajar jika kemudian bisnis satu itu sulituntuk dilenyapkan. Bahkan, alih-alih hendak mengentaskannya, bisnis tersebutjustru semakin menyerupai jamur di musim hujan. Bentuknya sendiri memangelastis: mengikuti geliat zaman itu sendiri. Wilayah atau daerah yang dijadikantarget
market pun semakin berkembang, tak hanya kota-kota besar semata.
Membicarakanindustri hiburan, termasuk di dalamnya hiburan malam maupun yang beraromahedonis, wilayah geografis maupun administratif tak begitu penting. Tak perluharus ada batasan jelas, ini masuk wilayah mana, itu masuk wilayah mana. Dalamkonteks ini, ketika yang dimaksud adalah Bekasi, jelas tak hanya terbatas padaKota Bekasi tetapi juga mencakup Kabupaten Bekasi dan kawasan sekitar yangberhubungan langsung dengan Bekasi.
Secaraadministratif, Bekasi terdiri dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Namuncukup banyak orang yang tak peduli dengan administrasi pemerintahan ini. Bagimereka Bekasi adalah salah satu penyangga ibukota yang di dalamnya terdapatnama-nama seperti Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pondokgede, Cibitung, Tambun,Cikarang, dan beberapa nama lainnya. Hal ini dimungkinkan karena wilayah Bekasitidak saja menjadi daerah industri tapi juga tempat tinggal bagi komuter yangbekerja di Jakarta.
Pengenalannama-nama seperti di atas pada akhirnya menjadi penentu bagi perkembangandaerah itu sendiri. Termasuk di dalamnya perkembangan dunia hiburan yang selalumengikuti permintaan pasar. Hanya saja pertumbuhan tempat hiburan tak sepesatJakarta meskipun secara geografis dan target
market-nya tidak berbedajauh. Sekadar membandingkan, mungkin dapat disejajarkan dengan Kota dan KabupatenTangerang
TAPAL BATAS. Menelusuri jalan raya Kalimalang dari Jakarta menuju Bekasi tak begituterasa perbedaan. Tak ada simbol atau tanda yang menyatakan bahwa kita telahkeluar dari wilayah Jakarta dan masuk wilayah Bekasi. Tidak ada tapal batas ataupungapura sebagaimana layaknya sebuah perbatasan suatu propinsi ataupun kota. Tapikalau ingin sedikit peduli, bisa diketahui dengan melihat alamat yang ada padapapan nama toko atau pertokoan. Atau dapat juga diketahui dari kondisi jalanraya Kalimalang itu sendiri.
Dino,Eddy dan Edo (ketiganya bukan nama sebenarnya), termasuk orang yang mengetahuiperbatasan Jakarta dan Bekasi lewat kondisi jalan raya Kalimalang. Jikajalannya masih kecil dan tanpa pembatas di tengahnya, berarti masih berada diwilayah Jakarta. Jalan yang berada di pinggir kali buatan ini sangat lebarbegitu memasuki wilayah Bekasi, meski kualitasnya masih jauh dari bagus. Namun,yang jadi patokan bagi tiga sahabat ini adalah keberadaan panti pijat NB yangpersis berada di tapal batas antara Jakarta dan Bekasi.
Pantipijat ini masuk dalam daftar kunjungan tetap tiga sahabat ini. Paling tidak,dua kali dalam sebulan ketiganya menjajal petualangan hedonis di sini. Ukurantempat yang kecil tak menyurutkan niat mereka untuk bersenang-senang dengansang terapis. Begitu pula dengan tipe kamar yang hanya dibatasi tripleks dankain sebagai pintu atau penutup. Yang dibutuhkan orang-orang seperti Dino CSini adalah ekstra servis dari para terapis.
“Disini aman, kok. Ada Mami di depan,” terang Dino memberi garansi.
Yang dimaksud dengan Mami ternyata seorang perempuanparuh baya. Dia langsung menyambut setiap tamu yang datang dengan ramah. Sambilmenceritakan tentang panti pijat dan para terapis, sang Mami menyodorkan airmineral yang diambil dari dalam dus. “Silakan diminum. Santai saja dulu,lihat-lihat foto anak-anak. Kalau pun
nggak jadi,
nggak apa-apa,”katanya sambil melempar senyum.
Sangmami lalu bercerita kalau tamu-tamunya terdiri dari berbagai kalangan dan usia.Meski tempat parkirnya kecil, cukup banyak juga yang datang menggunakan mobilatau motor. “Tapi kalau tempat kita yang di Bekasi Barat parkirannya cukupluas,” promo sang Mami.
Ternyatapanti pijat NB ini merupakan cabang dari tempat lain. Menurut sang Mami, pantipijat lain miliknya, memliki ukuran lebih besar dengan jumlah terapis lebihbanyak. Di sana tak hanya layanan pijat yang disediakan, salon dan permainanbilyar pun ada.
“
Nggak jauh dari lapangan olahraga. Tinggal belok kiri, sudah sampai,” tutur SangMami.
Pantipijat NB memiliki empat bilik dengan fasilitas tempat tidur yang agak tinggi.Dengan demikian, saat memberikan layanan pijat, terapis berdiri di sisi tempattidur. Antara bilik yang satu dengan bilik lainnya hanya dibatasi triplek,cukup riskan untuk melakukan aktifitas di luar pijat. Namun siapa sangkatawaran untuk ‘aktifitas lain’ itu justru datang dari para terapis. “Kalau mauminta servis lain bisa kok, mas. Tapi tarifnya lain lagi,” katanya. Namun saatditanya berapa jumlahnya, sang terapis tak langsung menyebut angka,”Standarlahuntuk begituan,” katanya membuat penasaran.
Cara ini adalah trik mereka dalam menjalankanbisnis, khususnya ketika tamu menanyakan harga. Biasanya ini dialami tamu-tamuyang baru pertama kali ke sini. Bagi tamu yang sudah biasa atau pernah ke sana,penentuan harga tak memakan waktu lama. Dino punya cara unik untuk menghindarisupaya tidak berlama-lama menentukan harga. ‘Tarifnya masih
kayak bulanatau minggu kemarin, kan?’ Begitu dia biasanya memulai pembicaraan.
Selainpanti pijat, pecinta hiburan di kawasan ini juga ditawari menu lain untukbersenang-senang. Sebuah tempat hiburan karaoke dapat menjadi pilihan,khususnya bagi mereka yang menyukai kebersamaan. Sepintas karaoke NP initerlihat sebagai
family karaoke, namun saat dimasuki tak sepenuhnyabenar. Jika karaoke keluarga telah beroperasi pada siang hari, tak demikiandengan karaoke ini. Mereka baru memulaikegiatan pada sore hari.
Untukmempertegas keberadaannya sebagai
fun karaoke, di sini disediakannona-nona untuk mendampingi tamu bernyanyi. Tarif untuk mendapatkan jasa merekadihitung per jam dengan minimal waktu dua jam. Hanya saja mereka baru tersediasetelah pukul 19.00. Sementara untuk tarif ruangan diberlakukan untuk sekalipakai, bukan berdasarkan jam.
Jumlahruangan untuk berkaraoke tak begitu banyak, tak sampai 10 kamar saja. Ukurannyapun tak terlalu besar, cukup untuk menampung 10 orang sekaligus. Interiornyatidak begitu mewah namun tidak pula jelek. Yang cukup menarik, di dalam ruangantersedia toilet sehingga tamu-tamu tak perlu harus ke luar jika hendak buangair.
Untukkelancaran bersenang-senang, karaoke NP ini juga menyediakan beragam menumakanan dan minuman. Aneka
cocktail dan berbagai merek wiski jugatersedia di sini, di samping
soft drink dan bir tentunya.
KaraokeNP terletak di antara dua pertigaan selepas ke luar dari tol Bekasi Barat.Lokasinya sebenarnya cukup strategis, namun kalau tidak begitu memperhatikan,bukan tidak mungkin terlewati. Jika itu terjadi, terpaksa memutar lagi agakjauh ke depan. Karena berada antara dua pertigaan seringkali kemacetanmenghalangi laju kendaraan. Lokasinya yang berada di kompleks ruko turut pulamenyarukan keberadaan karaoke yang ternyata banyak dikunjungi oleh para ekspat.