Kamis, 22 Januari 2009

Wanita Baling Baling Berputar di 'As' Lelaki


Sebuah layanan making love agak aneh dan unik ditawarkan di sebuah club di Jakata. Orang –orang China yang dikenal jago akrobat, di club ini diperagakan oleh para cungkok. Mereka berakrobat dengan selendang merah khas China dan alat khusus yang digantungkan di besi-besi shiatsu yang menancap di langit-langit kamar. Mereka berayun kekanan-kiri, kebawah keatas, sambil menyentuh tamunya yang ada dibawahnya. Sebuah layanan yang menekankan pada foreplay.

Wanita cantik dan bertubuh sexy tanpa busana. Ia berayun-ayun di besi yang biasa digunakan pegangan terapis melakukan pijat shiatsu. Kepalanya dibawah, sementara kakinya diatas. Kedua kakinya dikaitkan di dua selendang merah yang terikat dibesi yang tertancap di langit-langit kamar.

Lidah wanita itu dijulurkan kebagian-bagian tubuh pria yang telentang dibawahnya, diatas sebuah kasur busa dengan sprei putih. Lelaki berusia sekitar 40-an itu juga tak mengenakan busana sama sekali. Itulah sesi ‘mandi kucing’, sebagai bagian layanan baru sebuah club di Jakarta. Layanan making love itu memang tak diberi nama, tapi ada yang menyebut ‘Sex Helikopter’, ‘Sex Sirkus’, ‘Sex Akrobat’, bahkan ada yang menyebut ‘Swing Love’.

Disebut ‘Sex Helikopter’ karena ada sesi dimana sang wanita dengan tubuh terbalik berputar kencang sambil bergelantungan pada selendang yang diikat di langit-langit. Sementara yang menyebut ‘Sex Sirkus’ karena memang wanita pelayan sex itu tak ubahnya pemain sirkus. Ia bergelayutan kesana-kemari sebagaimana layaknya pemain sirkus. Yang menyebut ‘Sex Akrobat’ kira-kira alasannya sama dengan ‘Sex Sirkus’. Dan yang menyebut ‘Swing Love’ karena memang wanita tersebut bercinta dengan berayun-ayun.

Apapun namanya, yang pasti layanan sex aneh itu adalah sesuatu yang baru di Jakarta. Sebuah layanan yag kesannya agak mengada-ada. Sebuah sumber kepada POPULAR mengatakan, sebetulnya layanan seperti itu adopsi layanan yang banyak dilakukan di negara China.

TERAPI VITALITAS ALA SELATAN " Sensasi sang Kaisar


“Silahkan pilih paketnya,” ujar seorang wanita berambut ikal dengan senyum manis. Paket massage-nya memang menggiurkan. Terutama menu sensual massage dan terapi vitalitas.

SENJA menjelang, sinar matahari yang melemah membuat cuaca cerah Jakarta hari itu tak lagi menyengat. Namun volume kendaraan yang kian sore kian bertambah tak urung membuat setiap pengemudi harus sabar menghadapi kemacetan. Hal inilah yang juga dialami Mody, sebut saja demikian, seorang manajer muda di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka. Sejak setengah jam terakhir, ia tak henti-hentinya mengeluh menghadapi kendaraan yang merayap pelan di Jalan Mampang Raya. Raut wajahnya tampak tak sabaran.
“Sebenarnya tempatnya dimana nih bro?” tanya Mody sambil menoleh ke sebelahnya. Yang ditanya hanya tersenyum santai. Namanya Tito, sebut saja demikian, sobat karib Mody yang bekerja sebagai kepala cabang sebuah Bank swasta ternama. “Sebentar lagi sampai, tenang saja,” sahut Tito tetap dengan gaya santai.
Mody hanya menggerutu dalam hati. Ia hanya mengingat bahwa sejak seminggu silam, sobatnya tersebut berencana akan menunjukkan sebuah tempat hedonis yang unik di daerah Jakarta Selatan. Sebuah spa plus-plus dengan sajian utama sensual massage dan terapi vitalitas. Kenapa unik? Karena tempat dengan menu pijat vitalitas biasanya hanya ada di kawasan kota. Jarang terdengar rasanya kalau layanan jasa hedonis semacam ini tersedia di Jakarta Selatan.
Lima belas menit kemudian, sedan mewah yang Mody kendarai tiba di tempat tujuan. Suasana Romawi kuno menyergap begitu kaki mereka menjejak di ruang tamu spa tersebut. Aneka patung dan lukisan seperti dewa-dewi Romawi dan Yunani menghiasi dinding ruangan.
Di bagian meja penerima tamu pun terdapat beberapa ornamen dan ukiran bernuansa kekaisaran Romawi. Sekilas mengingatkan pada zaman Kaisar Caligula yang kejam dan senang menggelar orgy atau sex party.

Layanan Pijat Plus Plus Area Sensitif


Sebuah layanan pijat plus-plus menjadi pilihan andalan dari sebuah club. Wanita-wanitanya diperkenalkan dengan para tamu secara ramah di sebuah lounge mungil yang dilengkapi bar. Jangka waktu session beda hitungannya dengan session di club lain, lebih lama. Dan selama ini jemari-jemari lentik bergerak inci demi inci di area sensitif, tanpa menyentuh bagian bagian tubuh lain sang tamu.

Lounge itu tak terlalu luas, tapi mewah. Warna wallpaper-nya didominasi warna pink. Di salah satu sudutnya ada sebuah bar mungil, lengkap dengan meja bartender berbentuk tapal kuda. Sementara kursi tamu di meja bartender cuma ada lima buah. Tapi cuma ada dua tamu yang duduk disitu, selebihnya diisi oleh wanita-wanita cantik dan sexy. Suara musik instrumental ‘Speak Softly’ mengalun rengang-rengang.

Di belakang meja bartender ada tiga cewek cantik, tanpa seragam. Dandanan dan make up ketiga cewek sederhana saja. Mereka sibuk melayani tamu-tamu yang memesan minuman atau makanan ringan melalui wanita-wanita cantik yang kemudian mengantar ke para tamu yang memesan yang berada tak jauh dari meja bar.

Sebuah layar televisi ukuran raksasa menempel di dinding lounge, menghadap ke bar. Dilayar itu sebuah big match sepakbola dunia antara club raksasa Inggris, Liverpool melawan Chelsea sedang berhadapan. Tamu yang seratus persen lelaki nampak sebagian besar pandangannya ke pertandingan sepakbola tersebut.

Ada yang sambil menikmati minuman dan makanan ringan. Ada yang sambil bercanda dengan wanita-wanita cantik. Ada yang sambil direfleksi, duduk disebuah kursi khusus. Secara keseluruhan ruangan itu tak terlalu hiruk pikuk. Cozy dan enjoy.

Itulah sepenggal ilustrasi sebuah lounge di club Jakarta Selatan. Suasana seperti itu mulai siang sekitar jam 12 hingga tengah malam. Tak terlalu hiruk pikuk sebagaimana suasana lounge pada umumnya. Mungkin karena lounge tersebut tak terlalu besar.

Di lounge itu, para tamu yang terdiri dari lelaki adalah pemburu hiburan malam plus-plus. Dan wanita- wanitanya adalah penghibur di club ini. Mereka sengaja dibiarkan membaur dengan para tamu.

Sambil memesan minuman dari bar mungil yang teronggok di sudut lounge, para tamu mencoba berkenalan secara face to face dengan wanita-wanita penghibur yang berusia antara 19 hingga 25 tahunan. Mereka nampaknya sengaja di training sebagai wanita yang tak terlalu merajuk kepada tamu sebagaimana yang banyak ditemui pada wanita-wanita penghibur club-club malam. Tapi mereka juga tak jual mahal.

“Kami sengaja dianjurkan untuk sopan santun kepada tamu. Dalam artian, tidak terlalu memaksa tamu kencan. Tapi kami juga harus ramah. Intinya kami harus seperti wanita-wanita biasa. Baru nanti kalau sudah di kamar, kami akan memberi servis panas dingin.. he.. he..he..,” tutur Angel (bukan nama sebenarnya), salah seorang wanita penghibur club tersebut, yang berasal dari Subang Jawa Barat.

‘Servis Panas Dingin’ yang dimaksud oleh Angel adalah layanan pijat di ‘area pusat kenikmatan’ pada tubuh sang tamu. Sebelum sang tamu masuk ke kamar yang disediakan, tamu harus terlebih dulu memutuskan mau dipijat seperti apa. Disini ada pijat shiatsu, body massage yang memang sudah dikenal luas. Dan yang terakhir adalah pijat di ‘pusat area kenikmatan’, yaitu area pertemuan antara dua ujung pangkal paha.

GELIAT MALAM DARI TIMUR JAKARTA, Bekasi-Cibitung-Cikaran


Berbatasan langsung dengan Jakarta tak membuat Bekasi begitu ‘terpengaruh’ kehidupan hedonis. Boleh jadi karena Bekasi berbatasandengan Jakarta Timur yang nota bene bukan tempat yang baik untuk bisnishiburan.

Berbatasan langsung dengan Jakarta tak membuat Bekasi begitu ‘terpengaruh’ kehidupan hedonis. Boleh jadi karena Bekasi berbatasandengan Jakarta Timur yang nota bene bukan tempat yang baik untuk bisnishiburan. Mengatakan sama sekali tidak ada, tentu tidak tepat juga. Buktinyaindustri hiburan ini dapat ditemui di kawasan sebelah timur, yang merupakankawasan industri yang lebih plural.

Banyak pihak mengatakanbahwa usia bisnis esek-esek sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri.Artinya, begitu kehadiran manusia muncul di atas dunia, maka tamasya ragawi ituikut lahir. Tapi di sisi lain, beberapa pihak yang biasa disebut sebagai ahlijuga ada yang menyatakan bahwa dunia esek-esek itu sendiri baru ‘dikenal’sekitar tiga ribu tahun sebelum masehi. Mana yang tepat dari penelitian itu,hanya bukti-bukti terbaru dari para ahli yang akan menegaskannya. Yang pasti,saat ini dunia plesiran badani itu sudah merambah di tiap pojok dunia.


Lalu,bagaimana dengan asal-muasal industri itu bisa hadir di Indonesia? Kapan ‘awal’kemunculannya hingga bagaimana industri itu mampu merangsek memasukidaerah-daerah di Indonesia? Seiring perkembangan, jenisnya pun bermacam-macamyang dibungkus dalam konsep industri hiburan.


Selamaini memang jarang ada penelitian khusus tentang asal-usulnya. Tapi, seorangahli pernah meneliti lalu menyimpulkan hal ini: ‘Asal-usul pelacuran modern diIndonesia dapat ditelusuri kembali hingga ke masa kerajaan-kerajaan Jawa, dimana perdagangan perempuan pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistempemerintahan feodal’.


Ahlilain juga pernah mencatat, ada 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenalsebagai pemasok perempuan untuk kerajaan, dan sekarang daerah tersebut masihterkenal sebagai ‘sumber wanita pelacur’ untuk daerah kota. Tiga di antaradaerah dimaksud terdapat di Jawa Barat, empat di Jawa Tengah, dan empat di JawaTimur. Namun belakangan ada penambahan satu hingga tiga daerah lainnya di JawaBarat, Lampung dan Kalimantan Barat.


Merunuthipotesis para ahli tersebut, rasanya wajar jika kemudian bisnis satu itu sulituntuk dilenyapkan. Bahkan, alih-alih hendak mengentaskannya, bisnis tersebutjustru semakin menyerupai jamur di musim hujan. Bentuknya sendiri memangelastis: mengikuti geliat zaman itu sendiri. Wilayah atau daerah yang dijadikantarget market pun semakin berkembang, tak hanya kota-kota besar semata.


Membicarakanindustri hiburan, termasuk di dalamnya hiburan malam maupun yang beraromahedonis, wilayah geografis maupun administratif tak begitu penting. Tak perluharus ada batasan jelas, ini masuk wilayah mana, itu masuk wilayah mana. Dalamkonteks ini, ketika yang dimaksud adalah Bekasi, jelas tak hanya terbatas padaKota Bekasi tetapi juga mencakup Kabupaten Bekasi dan kawasan sekitar yangberhubungan langsung dengan Bekasi.


Secaraadministratif, Bekasi terdiri dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Namuncukup banyak orang yang tak peduli dengan administrasi pemerintahan ini. Bagimereka Bekasi adalah salah satu penyangga ibukota yang di dalamnya terdapatnama-nama seperti Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pondokgede, Cibitung, Tambun,Cikarang, dan beberapa nama lainnya. Hal ini dimungkinkan karena wilayah Bekasitidak saja menjadi daerah industri tapi juga tempat tinggal bagi komuter yangbekerja di Jakarta.


Pengenalannama-nama seperti di atas pada akhirnya menjadi penentu bagi perkembangandaerah itu sendiri. Termasuk di dalamnya perkembangan dunia hiburan yang selalumengikuti permintaan pasar. Hanya saja pertumbuhan tempat hiburan tak sepesatJakarta meskipun secara geografis dan target market-nya tidak berbedajauh. Sekadar membandingkan, mungkin dapat disejajarkan dengan Kota dan KabupatenTangerang

TAPAL BATAS. Menelusuri jalan raya Kalimalang dari Jakarta menuju Bekasi tak begituterasa perbedaan. Tak ada simbol atau tanda yang menyatakan bahwa kita telahkeluar dari wilayah Jakarta dan masuk wilayah Bekasi. Tidak ada tapal batas ataupungapura sebagaimana layaknya sebuah perbatasan suatu propinsi ataupun kota. Tapikalau ingin sedikit peduli, bisa diketahui dengan melihat alamat yang ada padapapan nama toko atau pertokoan. Atau dapat juga diketahui dari kondisi jalanraya Kalimalang itu sendiri.


Dino,Eddy dan Edo (ketiganya bukan nama sebenarnya), termasuk orang yang mengetahuiperbatasan Jakarta dan Bekasi lewat kondisi jalan raya Kalimalang. Jikajalannya masih kecil dan tanpa pembatas di tengahnya, berarti masih berada diwilayah Jakarta. Jalan yang berada di pinggir kali buatan ini sangat lebarbegitu memasuki wilayah Bekasi, meski kualitasnya masih jauh dari bagus. Namun,yang jadi patokan bagi tiga sahabat ini adalah keberadaan panti pijat NB yangpersis berada di tapal batas antara Jakarta dan Bekasi.


Pantipijat ini masuk dalam daftar kunjungan tetap tiga sahabat ini. Paling tidak,dua kali dalam sebulan ketiganya menjajal petualangan hedonis di sini. Ukurantempat yang kecil tak menyurutkan niat mereka untuk bersenang-senang dengansang terapis. Begitu pula dengan tipe kamar yang hanya dibatasi tripleks dankain sebagai pintu atau penutup. Yang dibutuhkan orang-orang seperti Dino CSini adalah ekstra servis dari para terapis.


“Disini aman, kok. Ada Mami di depan,” terang Dino memberi garansi.


Yang dimaksud dengan Mami ternyata seorang perempuanparuh baya. Dia langsung menyambut setiap tamu yang datang dengan ramah. Sambilmenceritakan tentang panti pijat dan para terapis, sang Mami menyodorkan airmineral yang diambil dari dalam dus. “Silakan diminum. Santai saja dulu,lihat-lihat foto anak-anak. Kalau pun nggak jadi, nggak apa-apa,”katanya sambil melempar senyum.


Sangmami lalu bercerita kalau tamu-tamunya terdiri dari berbagai kalangan dan usia.Meski tempat parkirnya kecil, cukup banyak juga yang datang menggunakan mobilatau motor. “Tapi kalau tempat kita yang di Bekasi Barat parkirannya cukupluas,” promo sang Mami.


Ternyatapanti pijat NB ini merupakan cabang dari tempat lain. Menurut sang Mami, pantipijat lain miliknya, memliki ukuran lebih besar dengan jumlah terapis lebihbanyak. Di sana tak hanya layanan pijat yang disediakan, salon dan permainanbilyar pun ada.


Nggak jauh dari lapangan olahraga. Tinggal belok kiri, sudah sampai,” tutur SangMami.


Pantipijat NB memiliki empat bilik dengan fasilitas tempat tidur yang agak tinggi.Dengan demikian, saat memberikan layanan pijat, terapis berdiri di sisi tempattidur. Antara bilik yang satu dengan bilik lainnya hanya dibatasi triplek,cukup riskan untuk melakukan aktifitas di luar pijat. Namun siapa sangkatawaran untuk ‘aktifitas lain’ itu justru datang dari para terapis. “Kalau mauminta servis lain bisa kok, mas. Tapi tarifnya lain lagi,” katanya. Namun saatditanya berapa jumlahnya, sang terapis tak langsung menyebut angka,”Standarlahuntuk begituan,” katanya membuat penasaran.


Cara ini adalah trik mereka dalam menjalankanbisnis, khususnya ketika tamu menanyakan harga. Biasanya ini dialami tamu-tamuyang baru pertama kali ke sini. Bagi tamu yang sudah biasa atau pernah ke sana,penentuan harga tak memakan waktu lama. Dino punya cara unik untuk menghindarisupaya tidak berlama-lama menentukan harga. ‘Tarifnya masih kayak bulanatau minggu kemarin, kan?’ Begitu dia biasanya memulai pembicaraan.


Selainpanti pijat, pecinta hiburan di kawasan ini juga ditawari menu lain untukbersenang-senang. Sebuah tempat hiburan karaoke dapat menjadi pilihan,khususnya bagi mereka yang menyukai kebersamaan. Sepintas karaoke NP initerlihat sebagai family karaoke, namun saat dimasuki tak sepenuhnyabenar. Jika karaoke keluarga telah beroperasi pada siang hari, tak demikiandengan karaoke ini. Mereka baru memulaikegiatan pada sore hari.


Untukmempertegas keberadaannya sebagai fun karaoke, di sini disediakannona-nona untuk mendampingi tamu bernyanyi. Tarif untuk mendapatkan jasa merekadihitung per jam dengan minimal waktu dua jam. Hanya saja mereka baru tersediasetelah pukul 19.00. Sementara untuk tarif ruangan diberlakukan untuk sekalipakai, bukan berdasarkan jam.


Jumlahruangan untuk berkaraoke tak begitu banyak, tak sampai 10 kamar saja. Ukurannyapun tak terlalu besar, cukup untuk menampung 10 orang sekaligus. Interiornyatidak begitu mewah namun tidak pula jelek. Yang cukup menarik, di dalam ruangantersedia toilet sehingga tamu-tamu tak perlu harus ke luar jika hendak buangair.


Untukkelancaran bersenang-senang, karaoke NP ini juga menyediakan beragam menumakanan dan minuman. Aneka cocktail dan berbagai merek wiski jugatersedia di sini, di samping soft drink dan bir tentunya.


KaraokeNP terletak di antara dua pertigaan selepas ke luar dari tol Bekasi Barat.Lokasinya sebenarnya cukup strategis, namun kalau tidak begitu memperhatikan,bukan tidak mungkin terlewati. Jika itu terjadi, terpaksa memutar lagi agakjauh ke depan. Karena berada antara dua pertigaan seringkali kemacetanmenghalangi laju kendaraan. Lokasinya yang berada di kompleks ruko turut pulamenyarukan keberadaan karaoke yang ternyata banyak dikunjungi oleh para ekspat.

KEREMANGAN Tanggerang


Menelusuri dunia hiburan di wilayah Tangerang, termasuk hiburan malam tentunya, dapat disimpulkan sebagai sedang mencari bentuk

Membicarakan Tangerang dari sudut hiburan harus dalam satu kesatuan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Pemisahan tidak akan ada artinya karena bisnis atau jasa hiburan ini bersifat lintas administratif. Para penikmat jasa ini tidak mau direpotkan dengan urusan itu. Boleh jadi karena nama yang sama atau karena sebelum ditetapkan sebagai kotamadya pada 27 Februari 1993, hanya ada satu Tangerang. Bagi mereka, Tangerang adalah kawasan yang berada di sebelah Barat dan sebahagian lagi berada di Selatan Jakarta.

Menelusuri dunia hiburan di wilayah Tangerang, termasuk hiburan malam tentunya, dapat disimpulkan sebagai sedang mencari bentuk. Jika dipetakan berdasarkan jenis akan terlihat bahwa saat ini didominasi layanan spa, lengkap dengan massage atau pijat, dan disusul hiburan karaoke. Club atau bar yang membidik banyak orang justru tak begitu terlihat di sini. Kalau pun ada hanya satu-dua, dan itu pun tak begitu menonjol. Hal yang sama juga terjadi pada bisnis hotel plus-plus.

Sementara itu, area sebarannya meliputi kawasan yang menjadi sentra bisnis atau niaga. Sebut saja misalnya kawasan Serpong, Karawaci, dan sebahagian Pamulang. Hal ini dimungkinkan karena ketiga wilayah ini difokuskan sebagai wilayah permukiman dan komersial. Sementara itu, kawasan pusat kota Tangerang justru tidak begitu identik dengan industri hiburan. Boleh jadi kebijakan pemerintah kota yang melahirkan perda anti maksiat beberapa waktu lalu membuat pengusaha hiburan berpikir ulang untuk meneruskan niatnya.

MASSAGE DI MAL, Makin Dekat Ke Pelanggan



Kalimat ini mungkin menjadi motto bagi pelaku industri hedonis dalam mengembangkan sayap bisnisnya. Jika selama ini keberadaannya hanya dapat dijangkau kalangan tertentu, kini siapa saja dapat mengakses.

Makin dekat ke pelanggan. Kalimat ini mungkin menjadi motto bagi pelaku industri hedonis dalammengembangkan sayap bisnisnya. Jika selama ini keberadaannya hanya dapatdijangkau kalangan tertentu, kini siapa saja dapat mengakses. Memilih berada dimal atau pusat perbelanjaan, membuat konsumen mudah ditarik.

Keberadaan pusat perbelanjaan, entah itu disebut sebagai mal, plaza, ITCataupun square, memunculkan daya tarik luar biasa bagi masyarakat. Tempatnyayang luas serta dilengkapi berbagai fasilitas (one stop) menjadikanpusat perbelanjaan tak pernah sepi pengunjung. Tengoklah pusat perbelanjaanyang ada di Jakarta, sejak mulai buka pukul 10.00 hingga tutup pada pukul22.00, boleh dikata tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. Tentu sajatujuan mereka macam-macam, mulai dari hanya sekadar cuci mata hingga berbelanjakeperluan harian.

Ramainya pusat belanja ini, dalam tulisan iniselanjutnya disebut mal saja, boleh jadi karena lokasinya yang mudah diakses,baik dengan menggunakan kendaraan umum apalagi kendaraan pribadi. Kondisi inipula barangkali yang membuat pengelola pusat kebugaran, seperti spa, pantipijat dan refleksi menjadikan mal sebagai alternatif tempat membuka usaha. Apalagimal-mal tersebut cukup dekat dengan sentra bisnis, perkantoran maupun tempatusaha. Mereka yang bergerak di bidang inilah yang menjadi konsumen pusatkebugaran di atas.

Selain berlokasi satu gedung dengan mal, ada jugatempat spa atau massage center yang mengambil tempat sebagai tetangga dekatmal. Posisinya bisa satu kompleks dengan mal, tapi beda gedung. Bisa jugaberada persis di seberang mal yang hanya dibatasi jalan raya. Kondisi inimembuat para ‘petualang malam’ tidak harus mendatangi sebuah wilayah khususyang lekat dengan image hiburanmalam. Berkunjung ke mal dengan dalih belanja, atau memang benar-benar belanja,kemudian mampir di sejumlah tempat hedonis.



MENU BUFFET. PS adalah salah satupusat kebugaran dengan layanan spa dan massage yang berada di mal, persisnya dilantai lima sebuah pusat perbelanjaan BI yang berkategori square. Secarageografis posisinya masuk wilayah Jakarta Pusat, namun sangat identik dengankawasan Pecinan. Lokasinya pun dekat pula ke pantai Jakarta. Tak jarang orangmemasukkannya ke wilayah Barat atau wilayah Utara. Namun, kalangan penikmathiburan kebugaran tak mempermasalahkan masuk wilayah mana pun.

Layanan spa dan massage hanyalah satu daribeberapa menu yang ditawarkan tempat hiburan yang mengusung konsep one stop entertainment ini. Meskiberlokasi di pusat perbelanjaan, keberadaannya cukup eksklusif sehingga tidaksembarangan orang bisa mengaksesnya. Dengan kata lain keberadaannya di tempatpublik tidak mengurangi nilai privacy yang ditawarkan kepada tamu-tamu.

Untuk mencapai spa yang dikenal memiliki banyakkeistimewaan ini ada dua pilihan, melewati lift yang berada di dalam pusatperbelanjaan BI atau lewat lobby di sebelah barat. Bagi tamu yang inginmasuk lewat lobby di sebelah barat dapat menggunakan kendaraannya hinggake lantai 7. Di lobby utama ini tamu-tamu dihadapkan beberapa pilihanhiburan seperti karaoke, diskotek dan singinghall.

Fasilitasspa di sini cukup komplit, mulai dari refleksi, massage, berendam di whirlpool hingga layanan plus-plus dari terapis lokal maupun cungkok. Di sini tamu-tamudisuguhi hidangan buffet berupa makanan ringan hingga berat sebelum atausesudah terapi. Hidangan gratis ini hanya tersedia di lounge tempat spa beradahingga waktu tertentu. Artinya, jika tamu yang datang cukup banyak, adakemungkinan ketersediaan makanan dan minuman menjadi terbatas.

Keistimewaan lain spa ini karena jadwaloperasionalnya begitu panjang. Jika di tempat lain layanan pemijatanberlangsung hingga pukul 23.00 di sini justru lebih lama. Pada hari-haritertentu, hari libur misalnya, bahkan bisa berlangsung hingga dini hari.

Spa ini juga dikenal memiliki terapis yang tidaksaja cantik dan muda-muda tapi juga ahli dibidangnya. Tak sedikit kalanganpijiter, istilah bagi mereka yang suka massage, yang memberikan nilailebih bagi terapis PS. Penilaian itu tentu saja tak sembarangan, terlebih lagijika ditambahi embel-embel plus-plus yang dapat diberikan kalangan terapis. Artinya,nilai lebih itu hanya dapat diberikan jika terapisnya memberikan layanan ekstraterhadap tamu-tamu, minimal hand job ataupijatan terhadap alat vital pria. Layanan ini sudah menjadi keniscayaan dalamdunia massage plus-plus. Di beberapa tempat, layanan ini bahkandiberikan tanpa harus diminta oleh tamu.

Hal ini juga berlaku di sini. Tanpa diminta sangterapis langsung menawarkan kepada tamu. Biasanya mereka bertanya dengankalimat berikut, “Sudah selesai, Pak. Ini-nya mau dipijat juga?” katanya sambilmembelai Mr P sang tamu. Atau kalimat seperti ini, ”Pijatnya sudah selesai, mauyang lain?” Jika pertanyaan seperti itu muncul, kalangan pijiter biasanyamenyambut dengan suka cita.

Kegembiraan tamu-tamu diekspresikan denganmenanyakan service apa saja yang tersedia. Di sini, layanan yangtersedia cukup banyak mulai dari hand job, blow job, hingga fuckingjob atau making love. Kecuali hand job yang sudah menjadilayanan standar, untuk mendapatkan layanan lainnya biasanya terjadi tawarmenawar fee. Biasanya sang terapis membuka harga sementara tamu menawarnya.Tapi jika harga yang dibuka merupakan harga standar biasanya tamu langsungsetuju.

Layanan ekstra ini berlaku tidak hanya untukterapis lokal, tapi juga terapis cungkok. Menggunakanterapis cungkok merupakan keistimewaan lain dari PS. Tarifnya relatif murah,bahkan bisa disebut sama dengan tarif terapis lokal di spa eksklusif lainnya.Kendati demikian, fasilitas yang disediakan, baik kamar tipe standar maupuntipe deluxe nyaris sama dengan spa-spa eksklusif lainnya.



GERAI HP. Dengan tinggi empat lantai dan terletak di kawasan ramai. Mal DT sebenarnyasengaja dibangun untuk para pebisnis, yang sejenak ingin rehat dari kesibukanmereka. Ini bisa terlihat di saat jam-jam makan siang. Pada masa itu, mal inibiasanya didominasi para eksekutif serta karyawan dari gedung-gedung di sekitarmal.

Ramainyapengunjung yang notabene pekerja ini, terkadang berlanjut hingga usainya jammacet. Di waktu-waktu seperti ini, para pekerja memang sengaja mendatangi malini untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya. Jalur di depan pusatperbelanjaan ini, memang jalan alternatif bagi mereka yang bekerja di seputarankawasan perkantoran di dekat jalan protokol di Jakarta.

Sebagai lokasi pusat perbelanjaan, mal ini sendirimemberikan fasilitas yang cukup lengkap. Outlet-outletnya sendiri cukupvariatif. Sebut saja mulai dari counter ponsel, notebook, pakaian hinggapernak-pernik sehari-hari. Di tempat ini rata-rata pengunjung memang lebihbanyak yang berbelanja untuk barang-barang jenis elektronik serta kepinganVCD/DVD.

Memang, mal ini cukup dikenal bagi para pecintaelektronik dan kepingan DVD seantero Jakarta Selatan. Harga-harga yang cukupbersaing dengan lokasi perbelanjaan yang mengkhususkan diri pada penjualanbarang elektronik, menjadi alasan mengapa tempat ini lebih sering dikunjungioleh mereka yang menggemari barang-barang elektronik dan pemburu kepinganDVD. Bukan itu saja, food court yang lengkap dan menawarkanberagam makanan dan minuman, seakan menjanjikan bahwa tempat ini pantas untukdikunjungi.

Dan di balik itu semua, Mal DT menyimpan juga sisilain yang nyaris tak tersentuh. Di tempat ini, diam-diam para hedonis ternyata juga dimanjakanpelayanan untuk urusan meregangkan otot ragawi. Dan itu semua tersedia mulaidari lantai semi basement, lantai satu dan lantai tiga di pusatperbelanjaan ini sendiri.

Sebut saja sebuah spa yang terletak di lantai tiga.Lokasi spa dengan nama LA ini, sebenarnya memang tidak terlalu mencolokkeberadaannya. Untuk mencapai tempat ini saja, para pemburu kenikmatan mautidak mau mesti jeli melihat lokasi lift yang terletak di luar gedung. Bagimereka yang sudah terbiasa berkunjung ke tempat ini, tentu saja akan mudahmencari lift yang terletak di antara deretan sebuah resto cepat saji denganmenu donat, bank, toko buah dan sebuah restoran. Di sana terdapat sebuah pintukaca kecil yang menjadi sarana untuk mencapai lift. Lift inilah yang akanmengantarkan tamu-tamu ke lantai dimana spa itu berada.

Begitu keluar dari lift, saat tiba di lantai tiga,tepat di sebelah kanan, tampak kasir merangkap resepsionis menyambut dengankeramahannya yang khas. Di tempat ini, untuk urusan servis badani, tarifnyamemang bermacam-macam. Tergantung mau berapa lama dan jenis apa. Semuaterpampang jelas.

Pelanggan sendiri bisa memilih untuk melakukanritual biasa layaknya di setiap spa: mandi, sauna, berendam di whirlpool lalumemesan terapis ke resepsionis,selanjutnya masuk ke ruangan terapi untuk pijat. Atau, pelanggan bisa jugalangsung memesan terapis laludiakhiri dengan ritual biasa di setiap spa.

Uniknya, di tempat ini para para pelanggan tinggalmenunjuk terapisyang sudah tersimpan di databasekomputer pihak pengelola. Jumlah terapisnyasendiri, hampir dua puluhan terapis. Bukan itu saja, tempat ini juga memberikanbeberapa jenis minuman gratis bagi para pelanggan. Keunikan lain, tentu sajaterletak pada kolam dan suasana ruangan yang benar-benar nyaman bagi merekayang ingin menimati sensasi sauna.

Di tempat ini, tarif untuk sewa kamar, dimulai dariRp. 95 ribu per jam. Sementara untuk refleksi,pengelola mematok harga sekitar Rp. 70 ribu. Semua tarif yang tertulis adalahuntuk pijat. Sekilas, tempat ini memang representatif untuk eksekutif, ataukongkow-kongkow dengan teman sekantor. Bahkan, untuk membicarakan bisnis dengansuasana yang santai, juga cukup mewakili di tempat ini.

“Untuk urusan plus-plus, LA tidak menyediakan fasilitas ini,” tutur Rani,sebut saja demikian nama resepsionis yang menunggu di meja depan, sesaatsebelum memilih terapis.

Benarkah demikian? Mungkin saja. Tapi bagi Anto,bukan nama sebenarnya, tempat ini sebenarnya serupa dengan spa lainnya,“Memang, untuk urusan eksekusi, di spa ini tidak bisa. Siapa juga yang maueksekusi, kalau tempat pijatnya sendiri hanya dibatasi tirai setinggi bahuorang dewasa. Belum lagi, dengan adanya kaca pembatas antar ruangan.Menyeramkan bukan? Tapi sekadar kerja tangan masih dapatlah, he…he…he…”.

Anto memang salah satu dari sekian pelanggan yangpaham betul tempat ini. Terlebih lagi, lokasi kantornya yang kebetulan dekatdengan Mal ini, menjadikan spa itu seperti kantor keduanya. Maka, wajar sajajika kemudian bocoran informasi mengenai tempat ini segera meluncur bebas. “Karenatempatnya yang cukup terbuka untuk dilirik oleh pemijat lainnya, di tempat ini,urusan eksekusi digantikan dengan bentuk lain. Bentuknya sendiri, ya, pokoknyadi luar bentuk eksekusi biasa, dan lebih baik memilih kamar di pojok-pojok agartidak terganggu saat ada yang tengah lalu lalang. Tapi, kalau memang sudahkebelet, ada beberapa yang bisa diajak keluar. Syaratnya, sering-sering saja kesini. Satu lagi, keberuntungan! He…he…he…,”tutup Anto sebelum beranjak ke lantai tiga untuk melakukan pemijatan.

Pada akhirnya, bagi mereka yang tetap ingin mencobamenggamit terapis untuk urusan plus-plus. Tetap saja tergantung padakepandaian berkomunikasi pelanggan untuk mengeksekusi di luar arena spa. Danuntuk mengharapkan layanan plus-plusdi arena spa ini, pelanggan sepertinya mesti berpikir ulang. Tapi bagi merekayang benar-benar ingin untuk sekedar pijit atau juga menikmati pelayanan khasspa, bolehlah untuk dicoba.

HIGH CLASS CALL GIRL Surabaya


Gairah hedonis menggeliat di Surabaya. Legalitas lokalisasi prostitusi sepertinya hanya untuk kalangan bawah. Para petualang hedonisme kelas atas, termasuk yang berasal dari luar kota, cenderung mencari menu-menu lain dan tak biasa.

Tak heran bila kemudian muncul fenomena SPG bispak, wanita panggilan hi-class, terapis plus-plus, serta variasi hiburan di club-club hedonis. Yang cukup unik, petualang hedonis Surabaya tak begitu tertarik pada cungkok ataupun PSK impor lainnya.

Suatu siang di awal November 2007, terik mentari membakar kota Surabaya. Cuaca panas yang ditimbulkannya langsung membawa ingatan pada lagu yang dinyanyikan Franky Sahilatua, "Berjalan di bawah lorong pertokoan/Di Surabaya yang panas…" Meski dalam lagu itu disebutkan "debu-debu ramai beterbangan dihempas oleh bis kota", hal itu tak sepenuhnya ditemui saat itu.

Berbeda dengan Jakarta yang begitu banyak bis kota, Surabaya justru tak begitu ramai. Kemacetan parah seperti yang selalu dialami di Jakarta, tak ditemukan di Surabaya. Setidaknya seperti yang tampak di sepanjang Jl Diponegoro, Jl Raya Darmo, Jl Mayjen Sungkono, Jl HR Muhammad, Jl Kedung Doro, dan Jl Embong Malang. Kalau pun terjadi macet, biasanya pada titik-titk tertentu yang menjadi pertemuan beberapa arus lalu lintas. Cuaca panas yang terasa siang itu boleh jadi karena posisi Surabaya yang tak jauh dari laut. Keberadaan sejumlah industri di daerah penyangga, seperti Sidoarjo dan Gresik, turut memberi andil ‘memanaskan’ cuaca Kota Pahlawan itu. Namun, meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor, tetap memberi andil pada pemanasan yang terjadi di Surabaya.

Pada malam hari, kondisi lalu lintas di Surabaya justru semakin sepi. Tak banyak kendaraan yang lalu lalang, termasuk angkutan umum, tentunya. Kendati demikian tak berarti Surabaya sepi dari aktifitas. Termasuk aktifitas hiburan dan kehidupan malam yang beraroma hedonisme sekalipun. Membicarakan aktifitas hedonis di kota yang memiliki populasi penduduk kurang lebih 4 juta jiwa itu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Gang Dolly. Lokalisasi prostitusi legal ini disebut-sebut sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara. Wajar saja karena aktifitas hedonis di sana tak hanya berlangsung di sepanjang gang yang bernama Dolly itu. Ratusan, bahkan lebih, rumah tempat berlangsungnya ajang transaksi seks itu pun terdapat di sepanjang jalan yang menjadi terusan gang Dolly.

Aktifitas jual beli nafsu birahi bahkan melibatkan ribuan orang dengan masa operasi nonstop 24 jam. Siapapun yang lewat di situ dengan mudah akan menemukan perempuan-perempuan dengan dandanan seronok duduk-duduk di atas sofa. Sofa-sofa itu disusun sedemikian rupa, ada yang dua baris, ada juga yang tiga baris. Baris belakang lebih tinggi dibanding yang di depan. Sebagai pelengkap, diputar juga beragam jenis musik, tergantung selera "tuan rumah".

Chinese Massage


Bermula dari keberadaan resto atau cafe dengan segmen oriental, yang ‘menjual nuansa China’. Namun kemudian ketika booming club, tak hanya nuansa yang ‘dijual’. Seiring dengan masuknya wanita-wanita yang berasal dari China daratan di sejumlah tempat hiburan, maka pelayanan oriental semakin mendapat pasar. Tak hanya dalam bentuk layanan making love. Tapi layanan kesehatan tradisional seperti shiatsu dan pijat Thai diplesetkan menjadi servis hedonis, dan terapisnya tak harus orang China. Ada layanan ‘totok China’ –kabarnya untuk kalangan sadomasosis. Benarkah? Semua dapat ditemui secara mencolok di beberapa tempat hiburan yang mewah, besar, dan berkelas.

Ruangan club itu dihiasi warna-warni ornamen China. Rumbai-rumbai, dan hiasan kertas khas China. Pilar-pilarnya didominasi warna merah, lengkap dengan relief naga sebagai ‘icon’ China. Naga itu menganga sebagaimana gambar-gambar naga China pada umumnya.

Sementara di stage-nya sebuah band kecil sedang mengiringi wanita China bernyanyi lagu Mandarin. Suaranya melengking sebagaimana suara vokal China tradisional.

Penyanyi itu mengenakan baju merah semacam longdress, dengan hiasan bunga teratai kuning di bagian perutnya. Penyanyi dengan tubuh sexy aduhai itu meliuk-liuk mengikuti irama lagu yang dinyanyikan.

Dengan kombinasi suasana ruangan dan lagu China yang dinyanyikan oleh wanita China itu, atmosfir club itu hampir seratus persen beraroma China. Apalagi sebagian besar penontonnya di ruangan yang tak begitu besar itu kalangan China, dan sebagian pria.

Para penonton ini, beberapa diantaranya ada yang menuju ke stage, langsung menyerahkan angpao sebagai tanda kesengsem pada sang penyanyi. Ada juga yang nampak bersikap malu-malu tapi nekad memberikan sendiri angpao.

Tapi ada juga yang menyuruh waiters club tersebut untuk menyerahkan angpao. Sang penyanyi menerima setiap angpao dengan senyum ramah, sambil tetap menyanyi. Lalu angpao itu ditaruh disebuah organ yang ada di stage berukuran mini itu.

Menurut seorang waiterclub tersebut, angpao-angpao itu didalamnya ada tertera nama pemberi, bahkan kartu nama. Itu untuk menunjukkan tanda bahwa yang memberi angpao tertarik kepada sang penyanyi. Tertarik pada lagu atau apa penyanyinya? “Kedua-duanya, Pak. Tapi yang terpenting tertarik kepada penyanyinya,” kata sang waiter.

Lanjut sang waiter, biasanya yang pertama diladeni oleh sang penyanyi adalah yang memberikan angpao paling besar. Arti ‘diladeni’ disini adalah, pertemuan lanjutan setelah menyanyi diluar panggung, diluar ‘jam kerja’ sang penyanyi.

Kalau ada kecocokan menyangkut pendekatan dan harga, lanjut sang waiter, penyanyi itu bisa dibawa bobo. “Mereka penyanyi asli yang didatangkan dari China daratan, kadang juga didatangkan dari Taiwan.

Dan mereka aslinya berprofesi sebagai penyanyi di negaranya. Mungkin yang lain – lain cari tambahan,” terang sang waiter, sambil menyebut perkiraan jumlah sekali bobo dengan angka puluhan jutaan rupiah.

Itulah secuplik bagaimana acara-acara hiburan plus-plus beraroma oriental digelar. Menurut sebuah sumber dari kalangan pengelola, acara-acara yang kental dengan aroma oriental ‘mudah dijual’ alias laku.

“Lihat saja, cungkok tak bisa dikalahkan oleh wanita Rusia atau Columbia. Lihat saja, ada layanan pijat ala China, dimana pemijatnya didatangkan langsung dari China, dan laku banget,” tutur sang sumber.

Maka tak ayal jika di club-club Jakarta banyak layanan paket dengan kemasan oriental. Di Kelapa Gading, misalnya, tempat pijat beraroma Chinese bermuara pada satu tempat yang bernama PW.

Sekalipun tak terlampau besar, PW telah dipercaya sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Kelapa Gading dalam hal pijat ala China. Sekalipun tempat-tempat massage lain semakin menjamur di kawasan Kelapa Gading, namun nama PW tetap dipercaya dengan sejumlah keunikan yang tak bisa diabaikan.

Salah satu keunikan yang menonjol di tempat ini tentunya layanan Chinese Massage yang mampu membuat tamu merasa ketagihan. PW memang serius dalam melakukan ritual pijat ala China ini. Para terapis di tempat ini cukup terkenal dengan pijatan khasnya yang mampu menghilangkan kelelahan. Tentunya bukan hanya itu, sensasi sensual yang ditawarkan dari pijat ala China memang sangat terasa.

“Mungkin kedengarannya berlebihan, tapi saya rasa untuk kawasan Kelapa Gading, PW adalah yang terbaik untuk pijat ala China,” ujar Sandy, kita sebut saja demikian, seorang tamu tetap PW.

ABG Pemijat Dilatih Ala Militer Sambil Bugil

Puluhan calon pemijat plus dipaksa mengikuti latihan sangat keras, di antaranya push up sampai ratusan kali. Selain itu, mereka masih diharuskan naik-turun tangga berulang-ulang di tempat penampungannya di Kompleks Niaga Latumeten, Jalan Latumeten, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Para ABG yang direkrut dari berbagai daerah di Jawa Barat itu juga mengaku selama mengikuti latihan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian. Proses latihan berlangsung tiga bulan.

Proyek pelatihan bak hewan ini terbongkar setelah polisi melakukan penggerebekan . Dalam penggerebekan itu polisi mendapati puluhan ABG dalam kondisi telanjang tengah mengikuti latihan berat itu.

Menurut pengakuan SU (16)—salah seorang ABG, setiap hari dia harus mengikuti latihan mulai pukul 07.00 hingga pukul 18.00. Selama 11 jam itu SU dan ABG lain dipaksa mengikuti perintah pelatih. ”Kami disuruh push up sampai 400 kali. Habis itu diminta lari naik-turun tangga di tempat penampungan,” katanya.

Semua ini, kata SU, dilakukan dalam keadaan telanjang. Kegiatan itu biasanya baru berakhir menjelang magrib. Para ABG diizinkan istirahat. Su gembira ketika polisi menggerebek tempat pelatihan tersebut. Dia bersama rekan-rekannya akhirnya terbebas dari jeratan pengelola pijat.

Ditawari sebagai perias

Petaka yang dialami gadis lulusan SMP asal Subang, Jawa Barat, ini berawal ketika seorang perempuan setengah baya menawarinya pekerjaan tenaga perias di sebuah salon di Jakarta. ”Saya dan keluarga mengenal baik orang itu karena dia memang berasal dari kampung saya,” kata Su.

Karena kenal dengan perempuan itu, SU dan orangtuanya tidak curiga. ”Apalagi waktu itu dia menawarkan gaji besar. Saya pun langsung tergiur,” kata Su dengan logat khas tanah Pasundan.

SU dan orangtuanya diminta menyiapkan surat lamaran dan sejumlah uang agar bisa langsung diterima. ”Pokoknya semua syarat yang diminta hampir sama seperti melamar pekerjaan resmi. Bedanya, dia juga minta kami membawa ijazah asli,” tutur SU yang mengatakan menyerahkan uang Rp 800.000 sebagai pelicin.

Pijat aneh

Singkat cerita, SU kemudian diberangkatkan ke Jakarta. Bersamanya ikut empat gadis belia lainnya. Menurut SU, sepanjang perjalanan dia senang dan berharap dapat mengumpulkan uang banyak. Dengan uang yang diperolehnya kelak, ia berniat membahagiakan orangtuanya.

Namun, begitu sampai di Jakarta harapan SU dan rekan-rekannya pun sirna. Ternyata dia tidak dibawa ke salon, melainkan ke sebuah tempat penampunganan pelatihan tenaga pemuas seks. ”Di tempat itu kami diperlakukan seperti binatang,” kata SU.

Su menuturkan, setiap pukul 07.00 ia dan teman-temannya dibangunkan oleh pengawas pelatihan. ”Habis itu kami disuruh senam sampai pukul 09.00,” katanya sambil meneteskan air matanya.

Setelah senam, ratusan gadis ABG diperintahkan untuk mandi dan membersihkan diri. Setelah itu dilanjutkan dengan makan. ”Habis makan, kami diajari cara memijat sampai pukul 14.00,” kata SU.

Yang dipersoalan SU adalah latihan pemijatan tidak seperti pijat biasa. ”Kami dilatih teknik-teknik pijat yang aneh,” katanya. Salah satu teknik pijat yang diajarkan pelatih adalah teknik memijat dengan tubuh.

”Caranya sambil menaiki orang yang dipijat. Ada juga latihan memijat alat intim laki-laki,” kata SU. Dalam latihan itu, disediakan lelaki sebagai obyek pelatihan. Karena tidak sesuai dengan yang diinginkannya, SU dan teman-temannya berniat melarikan diri. ”Tapi tidak bisa dilakukan. Penjaganya banyak, tempatnya juga tertutup. Lagian kami tidak tahu jalan,” paparnya. Selain itu, ijazah asli mereka ditahan oleh pengelola panti pijat.

Ketika SU mengajukan permohonan berhenti, pihak pengelola mengatakan tidak bisa keluar dari tempat ini. ”Kalau mau keluar harus membayar Rp 50 juta,” kata SU. Ia dan rekan-rekannya semakin tak berdaya karena enggak bisa berkomunikasi dengan keluarganya.
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Kombes Iza Fadri mengatakan, dari hasil pemeriksaan, enam orang ditetapkan sebagai tersangka. ”Kami sedang mengejar pemilik hotel yang merangkap panti pijat ini,” ujarnya.

MABES yang bukan MARKAS BESAR



MABES
Makin Malam Makin Bersinar

Ini bukan lagi liputan Jakarta Underground. Mungkin sebagian besar pria dewasa yang hidup di Jakarta pernah (setidaknya) mendengar kata MABES.

MABES yang ini tidak seperti pangkalan serdadu or ngumpulnya para jenderal pengatur strategi perang, tapi tempat yang setiap malamnya selalu ramai dikunjungi orang-orang mencari hiburan atau memuaskan selera makan.

MABES yang setiap malamnya ramai dengan beragam transaksi. Dari transaksi murni bisnis, kongkow-kongkow karaoke, ngadu peruntungan
( itu tuh...), sampai ”transaksi” relaksasi body.....ehm.... bahkan, kalau anda jeli.. . apa saja ada di sini.

Buat yang hobby makan...???..di MABES banyak rumah makan restoran maupun kelas tenda, tapi kualitas makanannya bintang lima. Chinese Food, Sea Food, healthy food....nyam..nyam...

MABES yang satu ini adalah Kawasan MANGGA BESAR. Gampang dicari, gampang didatangi. Sudah banyak cerita, banyak pula ditulis oleh pemburu warta.

Beberapa yang saya tahu adalah tempat pijat modern ( spa). Tempat pijat versi lainnya juga ada. Bahkan menyediakan layanan ekstra. Extra karena katanya, si pemijatnya ” bisa apa saja”...hahaha. Itupun gara-gara saya mengantar serombongan tamu dari daerah yang ternyata jauh lebih mengenal kawasan itu ( sudah pengalaman datang ke situ).

Masuk ke sebuah lokasi, ndaftar di receptionist. Selanjutnya milih-milih (paketnya)....ehm...kalau sudah ok masuklah ke sebuah ruang....and ”action”.

Apa yang terjadi di dalam?..silakan tebak sendiri. Namanya juga panti pijat...Bahkan siapa memijat siapa kita juga gak pernah tau....( ngapain juga nanya-nanya...:)) terserah mereka, semua tergantung dari niat dan nego-nya wakkakakakaka.....

Dulu saya pernah bekerja di sebuah studio dan perlengkapan film di kawasan itu. Namanya juga cari duit, lemburan dan kerja tambahan hingga larut malampun disabet juga. Pulang pagi sudah biasa, dan melihat kesibukan malam dilingkungan itupun jadi hiburan tersendiri.

Makin malam makin ramai. Namanya MANGGA BESAR...makin malam makin bersinar ( suasananya ) seolah meng-amin-i statemen para penggila hiburan malam, bahwa ”Jakarta emang gak ada matinya”.

Panti Pijat di Bandung, Pemijat Dipilih via Foto dan Aquarium


Sejumlah tempat panti pijat di Kota Bandung berhasil disambangi detikbandung, Selasa siang (24/06/2008). Ada empat tempat yang didatangi, 2 di kawasan Astanaanyar, 1 di Cibadak dan 1 di sekitar Dalem Kaum.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rata-rata panti pijat memiliki bar. Selain itu, seisi ruangan didominasi tempelan kaca layaknya cermin. Yang menarik, foto-foto si pemijat terpampang di salah satu sudut ruangan.

Suasana pamer foto tersebut, seolah menggiring konsumen untuk tidak salah pilih. Ragam pose sengaja ditampilkan untuk memikat konsumen. Para pemijat wanita itu berpose sedada. Ada berpakaian santun, ada pula yang bergaya dengan busana tank-top. Wajar saja, mata pria bisa tergoda.

Tidak sreg dengan foto, rupanya konsumen bisa memilih dan melihat langsung dari balik kaca di suatu ruangan khusus yang biasa disebut aquarium. Masuk ke tempat seperti ini bak sepasang mata yang sulit menatap. Pasalnya, kalaupun terpasang lampu, sinarnya terasa redup.

Di salah satu panti pijat di Astanaanyar, misalnya. Detikbandung berjumpa dengan dua wanita yang sedang berbenah diri. Keduanya berseragam seperti busana yang dikenakan baby sister. Rok di atas lutut, seperti sudah menjadi kostum wajib.

Nah, berbeda di kawasan Dalem Kaum. Pertama kali masuk seperti menelusuri gang kecil yang panjang. Ruangan tampak gelap. Setelah siap menuju pintu utama, seorang wanita penerima tamu bakal menyapa merdu. "Mau dipijat mas.... Kalau mau, bisa pilih lewat foto," tawar wanita itu kepada detikbandung.

Di tempat ini, tersedia ruangan khusus bagi sang pemijat yang menunggu para tamu yang ingin menggunakan jasanya. Para pemijat di sini, tidak menggunakan seragam. Mereka berpenampilan seksi. Atasannya tanktop, bawahannya rok di atas lutut.

Ada menarik ketika detikbandung menoleh ke sebuah dinding di tempat panti pijat ini. Di situ, tertera sebuah sertifikat atau piagam yang di dalamnya tercantum logo Pemkot Bandung. Isinya tidak begitu tersimak, mengingat ruangan yang begitu gelap.

Berapa rata-rata ongkos pijat ini. "Ya..., yang saya tahu sekitar Rp 200 ribu," ujar salah seorang pedagang yang saban hari berjualan di kawasan Jalan Dalem Kaum kepada detikbandung. Saat ditanya apakah sudah plus atau tidak, pria itu hanya tersenyum simpul.

Rabu, 14 Januari 2009

Pijat, Tak Sekadar Melawan Pegal



Pijat merupakan salah satu pelarian bagi banyak orang bila terserang pegal linu di sekujur tubuh. Tak heran jika akhirnya banyak orang jatuh hati dengan ilmu dari Tiongkok berusia 3000 tahun ini.

Pijatan dengan teknik yang tepat memang dapat membantu untuk mengusir rasa pegal dan sakit yang terasa memalu di setiap sendi, serta membantu melancarkan peredaran darah di tubuh. Namun bukan hanya itu, adanya sentuhan yang tepat di titik-titik persendian ternyata juga akan menghasilkan sensasi relaks dan segar.

Hingga kini, pijat masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk relaksasi tubuh. Pegal linu dan rasa lelah bisa diminimalkan dengan pemijatan selama beberapa menit. Bahkan, cara tradisional ini juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan. Itu sebabnya, Tak heran bila pijat pun selalu ambil bagian dalam setiap proses perawatan tubuh. Sebut saja saat perawatan rambut, seperti keramas, creambath, atau sekadar potong rambut, dan terutama dalam proses spa yang memang menitikberatkan pada konsep relaksasi tubuh dan jiwa.

Hal ini tidak lepas dari manfaat pijat itu sendiri yang dapat membantu melancarkan peredaran darah, sehingga memberi efek kesegaran bagi tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar ini pun memberi oksigen lebih pada otak, sehingga membantu menyegarkan pikiran. Pijat ini sendiri pun bisa dimanfaatkan di berbagai usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Seiring berjalannya waktu, berbagai teknik memijat pun berkembang di mana masing-masing teknik tersebut memiliki kegunaan dan efek tersendiri. Mulai dari pijat refleksi yang memanfaatkan titik-titik meridien pada kaki untuk pengobatan, hingga teknik memijat bayi.

Pada bayi, pemijatan merupakan satu cara untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kedekatan dengan orang tua. Seni sentuhan ini dapat membantu memberi rasa nyaman dan relaksasi bagi si kecil. Itu sebabnya, pijatan biasa dilakukan setiap pagi atau malam sebelum tidur agar bayi bisa tidur pulas. Setiap pijatan tersebut ternyata juga menjadi salah satu cara untuk memberi stimuli pada perkembangan seluruh indera bayi, serta membantu menumbuhkan hubungan emosional antara orangtua dan bayi. Gunakanlah minyak yang lembut bagi kulit bayi dan pijat secara perlahan.

Ketika anak beranjak besar, pemijatan pun bisa dilakukan untuk memberi efek relaksasi tubuh. Terlebih di usia ini pada umumnya anak lebih banyak melakukan kegiatan fisik yang mungkin mencederai ototnya. Oleh karena itu, dengarkanlah keluhan anak dan beri pemijatan dengan tekanan yang tidak terlalu keras. Kadang, timbulnya keluhan di bagian leher dan pundak belakang bisa dipicu karena adanya rangsangan terus menerus sejak kecil.

Di usia dewasa, pijat umumnya menjadi pelarian utama untuk mengusir rasa lelah dan stres akibat beban pekerjaan. Pemijatan ini pun kian bersifat kompleks, yang memberi relaksasi secara lebih menyeluruh, baik bagi tubuh, pikiran, maupun jiwa. Seperti yang dilansir dari The Touch Research Institute, University of Miami, pijatan memberi dampak positif pada penanggulangan stres dan kinerja seseorang setelah 15 menit menggunakan kursi pijat. Keluhan kesehatan lainnya seperti pusing, insomnia, atau radang sendi pun bisa dibantu dengan pemijatan.

Sementara pada lansia, pemijatan secara berkala dapat menekan laju tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot, sekaligus merangsang otot yang lemah untuk bekerja. Tentu saja, akan lebih baik bila menguasai teknik pemijatan untuk memberi hasil maksimal.

Di sisi lain, masing-masing negara juga memiliki kekhasan cara pijat yang intinya memberikan kesegaran dan relaksasi setelah dipijat. Satu hal yang harus diingat, tak ada salahnya menggunakan terapis pijat yang profesional, yang sudah tahu bagian mana saja yang sebaiknya boleh dan tidak boleh dipijat. Pasalnya, jika salah pijat, bukan tidak mungkin justru badan akan terasa semakin pegal setelah selesai pijat.

Demikian pula penekanan pijat terlalu keras. Itu sebabnya biasanya sang terapis akan bertanya bilamana tingkat penekanannya sudah cukup, yang biasanya disesuaikan dengan selera.

Dan, untuk mendapatkan efek lebih, gunakan minyak aromaterapi untuk memijat sehingga lewat aromanya yang menenangkan Anda pun akan semakin relaks. Lagipula, minyak yang meresap lewat pori-pori kulit juga akan menjaga kelembapannya. Tak ada salahnya mencari tahu teknik pijatan yang sesuai dengan Anda. Kini, saatnya mengeksplorasi dunia pijat...

Minggu, 11 Januari 2009

Terapi Pijat


Massage atau therapy pijat bisa di katakana sebagai salah satu tradisi penyembuhan yg tertua. Pada banyak kebudayaan diantaranya Yunani Kuno, Mesir, China dan India, meyakini bahwa therapy massage selalu digunakannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.Kulit adalah organ tubuh terbesar dari manusia dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf. Dimana selain kulit, therapy pijat / Massage juga bekerja dengan melembutkan otot dan menghasilkan relaksasi khususnya efektif dalam mengatasi keluhan gangguan sirkulasi, misalnya, sakit kepala yang amat sangat biasanya terjadi berlarut-larut, oleh karena rasa sakit tersebut maka membuat penderita merasakan kaku pada otot yang terserang. Hal ini akhirnya akan menimbulkan lebih banyak lagi rasa sakit pada organ lainnya.Tepat apabila pijatan dilakukan pada leher dan bahu secara perlahan dapat melepaskan tekanan pada otot dan mengurangi rasa sakit.Macam-macam gangguan / keluhanPenelitian modern menunjukkn bahwa massage dapat digunakan utk mengatasi berbagai macam gangguan, diantaranya :

  • Ancietas / Kegelisahan
  • Arthritis / Peradangan
  • Nyeri punggung ( Upper and Low Back Pain )
  • Rasa nyeri yang kronis
  • Konstipasi / sulit buang air besar
  • Depresi
  • Sakit Kepala
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Insomnia

Relaksasi menyeluruh Salah satu manfaat yang langsung terasa dengan therapy massage adalah merasakan relaksasi yang menyeluruh dan ketenangan. Hal ini terjadi karena massage adalah sebagai pemicu terlepasnya Endorfin, Zat Kimia Otak ( Neuro Transmitter ) yang menghasilkan perasaan nyaman. Tingkat Hormon Stress, seperti : Adrenalin, Kortisol, Norephinefrine tentunya juga akan berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat hormon stress yang tinggi dapat menurunkan system immun pada tubuh.Beberapa Keuntungan fisik dari terapi pijat diantaranya :

  • Mengurangi Tekanan pada Otot
  • Memperbaiki Sirkulasi Darah
  • Merangsang System Lymfatik
  • Mengurangi Hormon Stress
  • Meningkatkan Mobilitas Persendian & Kelenturan
  • Menyegarkan permukaan kulit agar terlihat cerah.
  • Mempercepat penyembuhan cederanya pada jaringan lunak.
  • Menambah kewaspadaan mental
  • Mengurangi kegelisahaan dan depresi.

Buang Stres dengan Pijat Thailand


Pijat tak hanya membuat tubuh menjadi rileks dan bugar, tetapi bisa pula menghilangkan stres. Ini karena peredaran darah jadi lancar setelah pijat. Cobalah thai massages alias pijat thailand di Blush, Jakarta, kalau ingin merasakan.

Setiap kali pulang traveling atau merasa akan jatuh sakit, Victoria, karyawan sebuah biro iklan, pasti menyempatkan diri mendatangi gerai Blush Traditional Thai Therapy, sebuah tempat yang memberikan layanan pijat thailand, refleksi, terapi aroma, dan kompres herbal.

Victoria mengaku sejak kecil memang doyan dipijat. Lainnya, Alberto, warga negara Spanyol, memuji Blush adalah tempat yang nyaman untuk terapi antistres.

“Tekanan-tekanan dan puntiran yang menghasilkan bunyi `krek’ yang dilakukan terapis Blush, membuat badan ini menjadi rileks dan enteng. Saya masih mendapat segelas teh herbal setiap kali terapi. Ah… segar,” kata bule yang bekerja di UNESCO ini.

Menurut Amelia. pemilik sekaligus pengelola gerai Blush, pijat thailand beda dengan pijat pada umumnya yang berkembang di Tanah Air. Pijat thailand adalah pijat kering tanpa lotion atau minyak.

Pijat thailand sudah ada sejak 3000 tahun silam. “Pijat ini dapat memperbaiki alur prana atau energi vital dalam tubuh,” ujarnya.

Tubuh hanya ditekan-tekan, dipuntir-puntir, ditekuk-tekuk, dan dikretekin. Akibat langsung setelah menjalani pijat ini, pipi tampak merona kemerahan.

“Rona kemerahan di pipi identik dengan kondisi tubuh yang bugar. Nah, rona kemerahan atau blush dalam bahasa Inggris, yang mengilhami pemberian nama massage center ini,” tutur lajang berusia 27 tahun itu. Amelia berharap para pengunjung tempat pijat thailand itu bisa keluar dengan tubuh fit dengan wajah berseri-seri kemerahan.

Bukan Bualan

Menurut Amelia, sejak dibuka tiga tahun lalu, Blush, yang terletak di kawasan Wolter Monginsidi. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diakrabi oleh kalangan ekspatriat dan eksekutif. Umumnya mereka herkunjung dua kali per minggu.

Mereka yang datang biasanya mengalami gangguan stres dan ketegangan otot akibat pekerjaan yang menumpuk. Lia, demikian perempuan ini biasa disapa, ingin mengembalikan keseimbangan energi kaum eksekutif kota yang tentunya memiliki tingkat stres tinggi dan jadwal padat.

Secara khasiat, tutur Lia, pijat thailand tak jauh beda dengan pijat yang ada di India, Cina, dan Jepang. Yang membedakan adalah dari segi kepraktisannya. Pada pijat thailand, pasien masih bisa mengenakan baju lengkap sembari dipijat.

“Boleh dibilang pijat thailand ini semacam yoga untuk lazy people,” ungkap perempuan penghobi pijat ini.

Menurut alumnus sastra Jepang Universitas Dharma Persada, Jakarta ini, ada banyak keuntungan yang didapatkan setelah meluangkan waktu 90-120 menit di gerai pijatnya. Dari mulai Stres hilang, tidur lebih nyenyak, peredaran darah lancar, otot lebih rileks dan lentur, hingga fleksibilitas tubuh yang lebih baik.

Baginya, keuntungan-keuntungan itu bukanlah bualan belaka. Ia sudah merasakan sendiri karena kerap “belanja” pijat langsung di negara berjuluk Gajah Putih itu.

Dalam mempraktikkan teknik pijat thailand, Lia maupun para terapis di Blush selalu memijat pasien mulai dari kaki kiri. Alasannya, titik-titik di kaki kiri berhubungan dengan jantung.

Dalam terapi pijat thailand, organ jantung harus dikuatkan dan disegarkan terlebih dahulu. Selanjutnya penekanan-penekanan sekaligus pemuntiran-pemuntiran dan tekukan-tekukan diarahkan ke daerah paha, tangan, dada, punggung, pundak, dan wajah.

Tarif Ekonomis

Blush juga mengandalkan layanan pijat terapi aroma, yakni menekan-nakan tubuh menggunakan minyak esensial. Minyak esensial tersebut, kata Lia, khusus didatangkan dari Australia.

“Manfaat pijat terapi aroma ini menghaluskan dan menyehatkan kulit. Hasilnya. kulit tidak mudah keriput. Setelah pijat sebaiknya pasien tidak mandi supaya minyak aroma bisa meresap ke dalam tubuh. Pasien boleh mandi dua jam kemudian,” kata dara kelahiran 27 April 1979 ini.

Kompres herbal adalah layanan kompres di seluruh tubuh menggunakan bahan rempah-rempah. Salah satu bahannya adalah jahe.

Lia mendesain ruang terapi di gerai Blush sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan sejuk dan asri. Ruangan berpendingin udara yang ada dibuat kedap suara. Bilik-bilik terapi dibatasi penyekat dari anyaman rotan dengan pintu yang mudah digeser-geser.

Semua alas tidur terbuat dari serabut kelapa. Alas tidur seperti itu diyakini membuat fleksibilitas tubuh terjaga, pasien pun lebih nyaman saat dipijat.

Suasana di ruang tunggu pun tak kalah nyaman. Ada sofa yang memungkinkan pasien bisa berleha-leha sembari menunggu giliran.

Anda juga dimanjakan dengan pemandangan air terjun dan alunan musik instrumental yang menenteramkan hati. Setelah terapi, Anda akan disuguhi bonus berupa minuman teh herbal yang didatangkan langsung dari Selandia Baru.

Tarif ekonomis dengan layanan profesional menjadi daya tarik tersendiri di Blush. Untuk pijat ala thailand selama 90 menit, biayanya Rp 135 ribu. Ada juga pemijatan dengan terapi aroma, yang memiliki variasi pilihan durasi 90 menit (Rp 175.000) dan 120 menit (Rp 215.000).

Untuk pijat refleksi selama 70 menit, biayanya Rp 75.000. Bila Anda ingin merasakan nikmatnva kompres herbal selama 120 menit tarifnya Rp 200.000. Lia menambahkan, para terapis di Blush Traditional Thai Therapy dilengkapi sertifikat dari Thailand Ministry of Health Massage. Berarti Anda tak usah repot-repot pergi ke Thailand, `kan?

Pijat ala Thailand

Pijat ala Thailand



ImagePijat atau massage merupakan sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan. Badan capek-capek dan pikiran mumet bisa kembali fresh setelah mendapatkan treatment ini. Di Indonesia, dulu saya selalu melewatkan paling tidak sekali sebulan untuk melemaskan otot-otot dipijat ” Bersih Sehat”, meskipun cabangnya banyak di jakarta, tapi saya lebih suka ke ” Bersih Sehat” yang di Bandung dekat jalan Gempol Wetan… di daerah Jonas Foto situ deh, jadi sekalian liburan ,makan mie akung, batagor kingsley, kupat tahu cilaki, bubur ayam mang oyo, sate padang cikapundung…. (wah kangen deh ama makanan2 itu)…. Satu jam pijat dengan tarif 80rb per jam ( masih segitu gak ya sekarang), badan sudah fresh.

Di Bangkok… kebiasaan itu tidak bisa dihilangkan, malah makin sering karena Bangkok adalah gudangnya massage, mulai dari yang baik-baik, sampai pada pelayanan yang plus-plus… mulai dari kaki atau tangan… hingga seluruh badan. Tarifnya? ya bervariasi..dari yang murah hingga mahal… namun yang sering saya datangi adalah massage di depan tempat tinggal saya, tempatnya bersih, bagus, dan harganya tidak terlalu mahal, 400 baht (110 ribu) untuk 2 jam massage… murah kan… kalau compare ama bersih sehat yang sudah 160 ribu….

Mana sih yang lebih enak pijat bersih sehat atau thailand..? beda2 sih enaknya…. dan metode pemijatannya juga beda… di indo (begitu orang thailand menyebut indonesia) metodenya pakai minyak atau tidak…namun lebih enak pakai minyak ya… buka baju dan ditutupi selimut…

Di Thai… pijatnya gak pakai minyak… terus kita dikasih baju seragam khusus seperti baju piyama.. baru deh penijat mulai bekerja … mulai dari kaki…tpaha…punggung, bahu, hingga kepala… terus dibalik.. dan diulangi dari bawah ke atas… nah yang beda dengan bersih sehat nih… di thai massage ada peregangan… tubuh kita ditekuk dalam berbagai macam posisi…ditarik dan… pletuk…pleuk… bunyi deh semua jaringan otot…. rasanya…yummy tenan…

mau coba..silhkan mencoba… tapi hati2 ya… kalau mau pijat liat dulu tempatnya..jangan sampai salah masuk.. :)…

 
Copyright 2009 www.dunia-pijat.blogspot.com. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree